DJI Mavic Pro (Review, Harga, Spesifikasi)

0
3
views
Dji Mavic Pro
Dji Mavic Pro
PLUS MINUS
Portabel banget Hasil gambar agak kurang saat low light
Hasil video 4K dan foto 12 MP nya ajib
Waktu terbang yang lama
Banyak fitur smart flight

Spek utama DJI Mavic Pro

  • Harga: Rp14 jutaan
  • Desain yang compact dan bisa dilipat sehingga mudah dibawa
  • Top speed hingga 65 km/j
  • GPS, GLONASS, dan Vision Positioning System
  • Deteksi tabrakan depan
  • pengambilan video 4K dan gambar 12MP
  • Waktu terbang 27 menit, jarak hingga 7 km
  • Take-off dan landing otomatis

Apa itu DJI Mavic Pro?

Mavic Pro adalah quadcopter terkecil yang dilengkapi kamera dari semua keluaran DJI.

Pabrikan Tiongkok ini populer karena seri Phantom nya yang terjangkau dan mudah diterbangkan. Mavic Pro didesain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, agan akan dapat waktu terbang yang lebih dari cukup, kontrol kendali jarak jauh, live video feed dari sudut pandang drone yang dipancarkan ke smartphone, serta kemampuan perekaman video 4K yang stabil—semuanya dalam paketan yang lebih portabel ketimbang Phantom series.

Dibanderol mulai Rp14 jutaan, Mavic Pro hanya berbobot 743gr dan ketika dilipat, dimensinya hanya 83 x 83 x 198mm – lebih dari cukup untuk dimasukkan ke tas kecil. Paketannya termasuk baterai yang kuat menyediakan daya hingga 27 menit untuk sekali cas, kecepatan hingga 65 km/j, sebuah kamera 12MP di-mount pada gimbal 3-axis, serta remote kontrol compact yang kompatibel dengan smartphone iOS atau Android agan.

Dji Mavic Pro
Dji Mavic Pro

Review desain DJI Mavic Pro

Kalau dibandingkan dengan saat menerbangkan Phantom, saya pikir sih ini compact dan enteng banget, terutama portabilitasnya itu lho, jauh lebih terdepan dibanding Phantom series.

Packaging-nya waktu di awal-awal juga bikin heran, lebih kecil dari dus sepatu yang biasa saya beli, masa sih di dalamnya muat untuk quadcopter seharga belasan juta, sebuah kontroler, dan charger baterai? Tapi ternyata ya muat tuh, dan ketika disejajarkan sama Phantom series, kecil banget, sekitar 1/6 nya saja (waktu dilipat).

Sempat underestimate juga karena ukurannya kecil: apa stabil di udara dan kualitas gambarnya bagus ya? Hasilnya, impresif. Mavic Pro merupakan drone 4K pertama yang saya tahu yang enak banget dibawa-bawa siang dan malam tanpa heboh packing sana-sini. Dimasukkan tas kecil juga sudah cukup.

Konstruksinya juga solid, dengan mayoritas quadcopter ini berbahan plastik keras. Kabar bagus, mengingat walau ini drone mahal, tapi bukan tidak mungkin kita tidak mengakibatkan kecelakaan saat menerbangkannya. Kamera yang di-mount di bagian gimbal-nya serasa lebih ‘rapuh’ tapi DJI menyediakan case plastik bening untuk melindunginya ketika drone lagi dibawa/tidak dipakai.

Dji Mavic Pro Kamera
Dji Mavic Pro – Kamera

Review fitur DJI Mavic Pro

Kameranya memang kecil, tapi powerful kok: sensor 1/2.3-inci nya dapat mengambil gambar diam 12MP dalam format JPEG atau DNG RAW, begitu juga video dalam berbagai resolusi dan frame rates: 4K pada 30fps atau 1080p hingga 96fps.

Kamera di-mount pada gimbal bermotor yang digabungkan dengan sensor drone sehingga bisa melakukan penyesuaian (hampir) instan agar tetap seimbang sepanjang waktu. Agan juga bisa mengaturnya ke mode POV, yang akan miring dan berbelok seiring arah terbang drone.

Dji Mavic Pro Kamera Tambahan
Dji Mavic Pro – Kamera Tambahan

Ada empat kamera lain, tapi semuanya tidak untuk mengambil foto dan video, melainkan untuk membantu kestabilan dan keamanan saat terbang. Dua kamera yang menghadap ke bawah akan membantu drone agar tidak ‘mabuk’ saat berada di area indoor atau area dengan sinyal GPS lemah (soalnya biasanya data GPS digunakan untuk menjaga posisi). Dua kamera lain menghadap ke depan, yang akan mendeteksi adanya penghalang dan akan mencegah drone menabrak rintangan tersebut. Drone akan berhenti berjalan ketika berada dalam jarak beberapa kaki dari sesuatu yang solid (tapi cuma di depannya aja). Deteksi penghalang tidak akan mencegah tabrakan kalau Mavic bergerak ke belakang atau ke samping. Jadi tetep hati-hati yaa.

Kemudian ada kontroler mini nya nih yang dapat mengakomodasi smartphone Android atau iOS pada gripnya – smartphone nanti dicolokkan ke kontroler dengan kabel pendek, dan remote kontrol akan secara otomatis konek dengan Mavic via Wi-Fi atau RC. Dari sini, agan bisa melihat live feed kamera drone yang alusss (1080p) dan mengubah semua settings dari app DJI Go pada smartphone agan sambil mengendalikan penerbangan drone.

Remote kontrolnya juga memiliki rentang transmisi yang jauh, kalau dari klaim DJI sih hingga 7km lebih bergantung penghalang dan adanya interferensi lain.

Kalau agan ingin menggunakan tablet atau smartphone tapi terlalu besar untuk masuk grip di remote kontrol, ada port USB di bagian bawah kontroler. Colokkan HH agan dari situ dan beres deh. Yaa walaupun lebih gimana gitu jadinya soalnya bakal bingung megang yang mana.

Dji Mavic Pro Remote Kontrol
Dji Mavic Pro – Remote Kontrol

Review performa DJI Mavic Pro

Yang ditunggu-tunggu nih. Gimana Mavic pas terbang? Mudah, dan cepat. Agan bisa cobain mode Sport dan Mavic Pro bisa ngibrit hingga 65 km/j lho. Walau begitu, mode yang normal juga sudah responsif, gesit, dan instan alias tidak ada delay kontrol.

Mavic Pro juga bisa naik-turun dan bermanuver dengan cepat, sehingga kalau butuh mengambil aerial photos dan videos secara sigap bakal bisa banget diandalkan.

Ketahanan baterai nya tidak bohong, kalau klaimnya DJI bisa sekitar 27 menit waktu terbang per cas, maka waktu diuji coba juga segitu. Di mode normal ya tapi, kalau mode yang heboh kayak Sport ya bakal lebih cepat habis baterainya. Lama ngecas sampai full membutuhkan waktu sekitar satu jam. Worth it kalau agan mau invest beli baterai cadangan, terutama kalau berencana menggunakan drone ini untuk waktu yang lama dalam satu sesi.

Foto dan videonya, hasilnya keren banget.

Hasil video DJI Mavic Pro

Video 4K nya tajam banget dan bening, membuat saya terheran apa bener nih video ini dihasilkan dari kamera yang segitu kecilnya. Sedangkan untuk kualitas 1080p nya juga bagus, terutama kalau di atas 30fps (dalam hal ini uji coba nya 60fps) masih alus banget. Sejauh ini sih ga ada masalah ngelag atau juddering waktu ambil video dengan teknik panning dengan kualitas 4K 30fps.

Hasil foto DJI Mavic Pro

Dji Mavic Pro Hasil Foto Sore
Dji Mavic Pro – Hasil Foto (Sore)

Hasil foto JPEG 12MP nya juga wow. Agan juga bisa mengambil gambar RAW, yang nantinya bisa diolah lagi kalau masih kurang puas.

Meski begitu, ukuran kamera sensor yang kecil secara fisik membuatnya memiliki keterbatasan saat digunakan mengambil gambar/video saat malam hari. Bakal banyak noise yang mengganggu komposisi warna, kontras, dan detail.

Dji Mavic Pro Hasil Foto Siang Vertikal
Dji Mavic Pro – Hasil Foto Siang Hari, Vertikal

Haruskah saya beli DJI Mavic Pro?

Apakah agan lagi butuh kamera kecil yang bisa terbang yang punya daya tahan baterai, kelincahan saat terbang, kualitas gambar bagus, tapi harganya pas dan gak kemahalan? Kalau iya, Mavic Pro adalah pilihan terbaik saat ini.

DJI sepertinya benar-benar ‘niat’ saat memproduksi Mavic Pro ini, membuatnya memiliki segala keunggulan Phantom series tapi juga menambahkan dan memperbaiki fitur-fitur terutama dalam hal portabilitas. Ntap.

Tapi kalau agan butuh yang kira-kira adiknya Mavic Pro, cobalah DJI Spark. Semoga agan dilancarkan rejekinya dah sehingga bisa beli Mavic Pro segera untuk mendapatkan kualitas video super dan daya tahan baterai mantab.

Kalau agan akhirnya memutuskan untuk membeli, berikut beberapa toko yang menjual DJI Mavic Pro:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here